Di Maria: Madrid Akan Melawan Tim yang Jauh Lebih Kuat

Angel Di Maria, Winger PSG melancarkan perang urat syaraf menjelang pertandingan melawan Real Madrid. Menurut Di Maria, Madrid akan melawan tim PSG yang jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan musim lalu.

Pada musim 2016/2017 lalu, PSG tidak mampu berbuat banyak di Liga Champions. Sempat membuat publik tercengan karna menang 4-0 atas Barcelona, kemudian PSG dibabat habis oleh Barca dengan skor 6-1 di Camp Nou dan tersingkir di babak 16 besar.

“Kami adalah tim yang lebih kuat dari musim lalu,” ungkap Di Maria.

“Anda membutuhkan lebih dari sekedar bakat untuk pertandingan besar seperti laga PSG melawan Madrid. Anda juga butuh sedikit keberuntungan sebagai faktor untuk bisa meraih kemenangan,” sambung eks pemain Madrid ini.

Meski begitu, Di Maria tidak memungkiri jika Madrid juga merupakan tim besar. Fakta bahwa Madrid menjadi juara Liga Champions dua musim terakhir tidak akan dipandang sebelah mata oleh pemain asal Argentina ini.

“Madrid adalah tim hebat dan mereka selalu bermain di Liga Champions. Saat anthem Liga Champions terdengar, para pemain akan bertransformasi dan bermain sebaik mungkin. Ini kompetisi yang berbeda dengan di liga,” tandasnya.

Di Maria akan kembali ke Santiago Bernabeu, saat membela PSG menantang Madrid di babak 16 besar Liga Champions musim 2017/18 ini. Laga leg pertama ini bakal digelar pada Kamis (15/2) dini hari WIB. Sementara, leg kedua akan digelar di Parc des Princes.

Neymar di Selidiki Presiden Real Madrid 

Berita Sepak Bola – Florentino Perez selaku Presiden Real Madrid melakukan penyelidikan pada seluruh aspek yang terkait Neymar. Langkah tersebut menjadi awal dari rencara memboyong Neymar ke santiago Bernabeu.

Florentino memiliki skema agar bisa mendatangkan Neymar dengan kondisi aman. beberapa hal terkait Neymar berada dalam genggaman Florentino Perez agar bisa diselidiki secara khusus.

Rencana Real Madrid mendatangkan Neymar memiliki latar khusus. Beberapa pihak menilai, langkah tersebut tergolong strategis, karena musin depan bisa saja Real Madrid kehilangan dua penggawa lini depan, yakni Benzema dan Cristiano Ronaldo.

Masa depan Karim Benzema menjadi tanda tanya besar setelah penampilan bomber berkebangsaan Prancis tersebut tak maksimal. Sampai jornada 22 La Liga 2017-2018, Benzema hanya mengemas 2 gol saja.

Sedangkan Cristiano Ronaldo memiliki cerita lain. Sosok ber-nickname CR7 tersebut sudah diprediksi bakal pergi dari Real Madrid. Sepanjang bursa transfer musim dingin 2018, banyak media memberitakan Cristiano Ronaldo bakal menjadi milik Manchester United, Paris Saint-Germain (PSG) ataupun pergi ke Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.

Florentino Perez berharap dari hasil penyelidikan terhadap Neymar, bisa ditentukan bagaimana sebenarnya seorang kapten Timnas Brasil tersebut. “Semua itu berurusan dengan sifatnya, sikap pribadi, gaya hidup sampai bagaimana dia berinteraksi dengan lingkungan,” ucapnya.

Hasil dari penyelidikan tersebut bakal menjadi pertimbangan utama bagi Real Madrid guna menentukan nilai penawaran yang bakal diajukan ke PSG. Saat keluar dari Barcelona, banderol Neymar berada di kisaran Rp3 triliun.

Musim Terbaik Zlatan Ibrahimovic ?

Beritasepakbola.net, – Di usianya yang kini 34 tahun, banyak pemain-pemain sepakbola justru memulai masa pensiunnya, namun berbeda dengan Zlatan Ibrahimovic yang justru mengatakan diusianya ini dia baru memasuki pemanasan.

Menjadi 34 tahun, bukan berarti menjadi alasan bagi striker Paris Saint Germain tersebut menurun, dan dia bersikeras menyatakan bahwa justru disaat inilah dia sedang berada dalam performa terbaik di sepanjang karirnya sebagai pesepakbola.

” Aku tidak percaya kalau karirku akan segera berakhir” ucapnya setelah laga melawan Chelsea di liga Champions. Aku masih belum menunjukkan performa terbaikku tunggu saja, demikian lanjutnya yang memang bermain amat baik dan menjadi man of the match dalam laga tersebut.

” Umur hanyalah angka, yang terpenting adalah bagaimana perasaanmu, aku masih merasa muda, sangat-sangat muda. Dibandingkan musim-musim yang telah ku lalui, aku justru merasa ini adalah yang terbaik di sepanjang karirku”

Apakah Zlatan benar ? apakah musim ini adalah musimnya yang terbaik secara statistik ? Mari kita lihat kembali karir Zlatan Ibrahimovic dalam liga-liga besar yang telah dilaluinya.

JUVENTUS 2004/2005

  • Serie A : 16 gol dalam 35 penampilan
  • Liga Champions : 0 dari 10 penampilan
  • Total : 16 gol dari 45 penampilan
  • Rasio : 0,35 gol per laga

Musim pertama Ibrahimovic di salah satu liga TOP eropa setelah bergabung dari Ajax Amsterdam. Gol nya bersama Juventus sangat baik menghasilkan 16 gol dari 35 penampilan di Serie A dan membantu Juventus meraih gelar Serie A ( walau akhirnya dicabut ).

Namun sayangnya dia gagal mencetak gol di ajang liga Champions dan Juventus hanya sampai babak perempat final.

JUVENTUS 2005/2006

  • Serie A : 7 gol dari 35 penampilan
  • Liga Champions : 3 dari 9 penampilan
  • Lainnya : 0 dari 3 penampilan
  • Total 10 gol dari 47 penampilan
  • Rasio : 0,21 gol per partai

Musim keduanya bersama Juventus terlihat performa Ibrahimovic jauh menurun dibandingkan musim pertamanya, namun penyerang asal Swedia ini sedikit meningkat di kejuaraan Eropa, Liga Champions dengan mengemas 3 gol dari 9 penampilan.

INTER MILAN 2006/2007

  • Serie A : 15 gol dari 27 penampilan
  • Liga Champions : 0 dari 7 penampilan
  • Lainnya : 0 dari 2 penampilan
  • Total : 15 gol dari 36 penampilan
  • Rasio : 0,41 gol per pertandingan

Kepindahannya ke Inter Milan menyusul Juventus yang degradasi, terlihat Ibra kembali tajam dalam urusan membobol gawang lawan. Rasio mencetak golnya kembali naik, dan rataan golnya pun naik di Serie A Italia. Namun kembali sekali lagi dia gagal mencetak sebuah gol pun di ajang liga Champions .

INTER MILAN 2007/2008

  • Serie A : 17 gol dari 26 penampilan
  • Liga Champions : 5 dari 7 penampilan
  • Lainnya : 0 dari 1 penampilan
  • Total : 22 gol dari 34 penampilan
  • Rasio : 0,64 gol per laga

Musim kedua Ibra bersama Inter Milan, yang bisa dikatakan salah satu musim terbaiknya. Mencetak dengan rataan dan rasio mencetak satu gol dalam dua pertandingan yang di ikutinya. Mencetak 17 gol di Serie A dan 5 gol di Liga Champions.

INTER MILAN 2008/2009

  • Serie A : 25 gol dari 35 penampilan
  • Liga Champions : 1 dari 8 penampilan
  • Lainnya : 3 dari 4 penampilan
  • Total : 29 gol dari 47 penampilan
  • Rasio : 0,61 gol per laga

Musim ketiganya bersama Inter Milan, Zlatan bermain amat impresif di liga domestik Serie A Italia dengan mencetak 25 gol dari 35 pertandingan, namun kembali jatuh di liga Champions dengan hanya mencetak 1 gol dari 8 pertandingan.

BARCELONA 2009/2010

  • La Liga : 16 gol dari 29 penampilan
  • Liga Champions : 4 dari 10 penampilan
  • Lainnya : 1 dari 6 penampilan
  • Total : 21 gol dari 45 penampilan
  • Rasio : 0,46 gol per laga

Musim pertamanya setelah keluar dari Serie A Italia bersama Barcelona di liga Spanyol. Performa dan rasio mencetak golnya turun di bawah 0,5 gol per pertandingan setelah dia gagal mendapatkan tempatnya di tim inti.

AC MILAN ( PINJAMAN ) 2010/2011

  • Serie A : 14 gol dari 29 penampilan
  • Liga Champions : 4 dari 8 penampilan
  • Lainnya : 3 dari 4 pertandingan ( termasuk mencetak 1 gol dalam 1 penampilannya bersama Barcelona )
  • Total : 22 gol dari 42 penampilan
  • Rasio : 0,52 gol per pertandingan

Menjadi pemain pinjaman ke AC Milan, membawanya kembali ke penampilan terbaiknya dengan mengemas total 21 gol dari 41 penampilan, termasuk 4 golnya di liga Champions

AC MILAN 2011/2012

  • Serie A : 28 gol dari 32 penampilan
  • Liga Champions : 5 dari 8 penampilan
  • Lainnya : 2 dari 4 penampilan
  • Total : 35 gol dari 44 penampilan
  • Rasio : 0,79 gol per pertandingan

Musim terbaik Ibrahimovic di tanah Italia sekaligus menjadi tahun terakhirnya di Italia, ketika dia berhasil menjaringkan bola sebanyak 28 kali di ajang domestik Serie A. Ditambah dengan 5 gol dari 8 penampilannya di liga Champions menjadikan rasio golnya naik menjadi 0,79 gol per laga di seluruh kompetisi

PSG 2012/2013

  • Ligue 1 : 30 gol dari 34 penampilan
  • Liga Champions : 3 dari 9 penampilan
  • Lainnya : 2 dari 3 penampilan
  • Total : 35 gol dari 46 penampilan
  • Rasio : 0,76 gol per pertandingan

Musim pertama Ibra di Prancis bersama Paris Saint Germain, rasio golnya sedikit mengalami penurunan, namun di musim ini pula lah dia pertama kalinya berhasil mengemas 30 gol semusim di sebuah liga, dengan total mencetak 30 gol dari 34 penampilannya bersama PSG.

PSG 2013/2014

  • Ligue 1 : 26 gol dari 33 penampilan
  • Liga Champions : 10 dari 8 penampilan
  • Lainnya 5 dari 5 penampilan
  • Total : 41 gol dari 46 penampilan
  • Rasio : 0,89 gol per pertandingan

Musim paling impresif Ibrahimovic di kancah Eropa ketika dia berhasil mencetak 10 gol dari 8 pertandingan bersama PSG. Total di mencetak 40 gol di seluruh kejuaraan untuk pertama kalinya sepanjang karirnya dan menghasilkan total rasio 0,89 gol per partai

PSG 2014/2015

  • Ligue 1 : 19 gol dari 24 penampilan
  • Liga Champions : 2 dari 6 penampilan
  • Lainnya : 9 dari 7 penampilan
  • Total 30 gol dari 37 penampilan
  • Rasio : 0,81 gol per pertandingan

Musim lalu, Zlatan Ibrahimovic mencetak 30 gol dari 37 penampilannya bersama PSG di seluruh kompetisi, namun dimusim lalu pula dia mencetak gol pertama kalinya dibawah 20 gol sejak tahun 2010/2011

PSG 2015/2016

  • Ligue 1 : 23 gol dari 23 pertandingan
  • Liga Champions : 4 dari 8 penampilan
  • Lainnya : 4 dari 7 penampilan
  • Total : 31 gol dari 38 penampilan
  • Rasio : 0,81 gol per pertandingan

Musim ini belum berakhir, namun performa di musim ini sudah sangat luar biasa untuk Ibrahimovic. Berkat satu golnya ke gawang Chelsea di liga Champions tengah pekan lalu, Ibrahimovic akhirnya berhasil mengalahkan rekor gol nya di musim lalu. Total gol nya di musim telah mencapai 31 gol dari 38 penampilan.

Champions League : PSG dan Benfica Melaju

Beritasepakbola.net , – Apakah Chelsea merindukan John Terry ? Apakah Angel di Maria bermain luar biasa malam tadi ? dan siapa Renato Sanches ?

Malam yang panjang di liga Champions babak 16 besar liga Champions telah berakhir malam tadi, tim juara liga Inggris musim lalu, Chelsea harus tersingkir dari kejuaraan ter-elit benua biru setelah di kalahkan oleh PSG. Benfica yang melakukan pertandingan lainnya melawan wakil Rusia, Zenit st. Petersburg juga berhasil menapak hingga babak perempat final.

Kami akan memaparkan kepada anda sisi-sisi yang terjadi dalam pertandingan malam tadi

Terry dirindukan oleh Ibra….dan Chelsea

” Aku sangat menginginkan dia bermain, ya aku merindukan sosoknya sebagai lawanku, aku lebih memilih dia berada dilapangan seoarang pemain dengan kualitas terbaik ” begitulah deskripsi Zlatan Ibrahimovic terhadap Terry, namun bukan Ibra saja yang kehilangan, setidaknya Chelsea sebagai tim pemiliknya yang lebih membutuhkannya.

Chelsea Merindukan Sosok Terry Dalam Pertandingan Kamis Lalu

Chelsea Merindukan Sosok Terry Dalam Pertandingan Kamis Lalu

Branislav Ivanovic yang mengisi posisi Terry berduet dengan Gary Cahill tampak tidak begitu baik memainkan laga tersebut. Gol pertama untuk keunggulan PSG justru lahir akibat kegagalan Ivanovic segera kembali ke barisan pertahanan. Meninggalkan Cahill sendirian berduel melawan Ibrahimovic, tanpa diduga pemain asal Swedia tersebut melakukan pass terukur kearah pemain tengah Adrien Rabiot yang akhirnya menjadi pencetak gol pertama untuk tim tamu, setelah itu tugas Chelsea menjadi jauh semakin berat.

Ibra Membuktikan Ucapannya

Musim lalu, Ibrahimovic harus diusir keluar lapangan kala bertanding melawan Chelsea di Stamford Bridge, kali ini dalam pertandingan tersebut Ibra menjadi pahlawan kemenangan Chelsea lewat satu assist dan satu golnya untuk membawa PSG melaju kebabak perempat final dengan agregat 4 – 2.

Pemain Swedia berusia 34 tahun tersebut menjadi pemain yang mengkreasikan lahirnya gol pertama, dan diakhiri dengan sebuah gol untuk kembali memulai misi yang belum pernah mampu dia wujudkan sebagai pemain sepakbola, juara Liga Champions.

Zlatan Ibrahimovic Mencetak Gol Kedua PSG

Zlatan Ibrahimovic Mencetak Gol Kedua PSG

Dia memulai perang urat syaraf dengan Chelsea sebelum laga leg kedua ini dimulai, dan kepindahaannya ke liga Inggris musim depan hanya menunggu waktu segera setelah kontraknya bersama PSG berakhir di musim panas ini.

Namun bisa dipastikan, para suporter dan fans di Stamford Bridge tentunya berharap Ibra akan berkostum biru-biru, Chelsea.

Sinar Di Maria

Ini adalah performa yang brilian dari pemain Argentina, Angel di Maria. Pemain sayap ini kembali ke liga Inggris dengan lebih elegan setelah memberikan kontribusi assistnya yang ke 12 sepanjang musim ini diseluruh kompetisi.

Bek Chelsea, Kennedy Berulang Kali Dieksploitasi Oleh Di Maria

Bek Chelsea, Kennedy Berulang Kali Dieksploitasi Oleh Di Maria

Di Maria gagal menunjukkan kualitas yang sebenarnya saat membela Manchester United, namun publik Stamford Bridge tentu melihat kualitasnya yang sebenarnya malam tadi. Di Maria terlibat dalam seluruh proses gol dan penyerangan PSG malam itu. Mengungguli seluruh pemain PSG dengan tiga key pass dan mengimbangi Ibrahimovic dengan empat tendangan kearah gawang.

Performa menawan tersebut diakhiri dengan sebuah umpan matang kepada Ibrahimovic yang menghentikan perlawanan dari Chelsea.

Rapuhnya Kennedy

Sebelum pertandingan, Guus Hiddink sudah mengalami dilema, siapa yang akan dipasangnya sebagai bek kiri Chelsea melawan PSG malam itu. Pada akhirnya pelatih asal Belanda tersebut lebih memilih Kennedy daripada Baba Rahman.

Rahman sejauh ini sebenarnya telah tampil sebanyak empat kali di liga Champions, termasuk dalam pertandingan leg pertama melawan PSG di Parc des Princes. Namun Kennedy yang di istirahatkan dalam laga melawan Stoke City pekan lalu, menjadi pilihan dari Hiddink.

Dilema Gus Hiddink Akan Posisi Bek Kiri

Dilema Gus Hiddink Akan Posisi Bek Kiri

Kennedy baru memiliki pengalaman sebanyak 17 menit saja bermain di liga Champions, jelas itu merupakan sebuah resiko, dan di pertandingan Kennedy terbukti menjadi titik lemah Chelsea. Lucas Moura dan Marquinhos bermain layaknya tanpa penjagaan selama 25 menit awal pertandingan.

PSG pun seolah-olah akan membuat skor kapan saja setiap menyerang, namun Kennedy pun sebenarnya tidak bisa disalahkan, apalagi dia harus mengambil alih tugas dari Eden Hazard yang lemah dalam mengawal pemain lawan.

Namun tetap saja, gol-gol dari PSG lahir berkat lemahnya sisi Kennedy dan Ivanovic berada.

Pukulan Telak Berikutnya Untuk Chelsea, Costa Cedera

Dengan tersisihnya Chelsea di liga Champions ditambah kemungkinan mereka tidak akan mampu finish di peringkat empat besar, cederanya Costa tentunya merupakan pukulan berat untuk Chelsea yang akan melakoni laga melawan Everton dalam babak perempat final piala FA.

Cederanya Costa Menjadi Pukulan Telak Bagi Chelsea

Cederanya Costa Menjadi Pukulan Telak Bagi Chelsea

Laga melawan Everton akan berlangsung kurang dari 72 jam ke depan dan dipastikan Chelsea harus melawan Everton tanpa striker asal Spanyol tersebut. Costa sendiri memiliki rekor yang amat baik kala melawan Everton.

Costa mencetak dua gol dalam kemenangan Chelsea 6 – 3 musim lalu dan juga mencetak gol pertama Chelsea, yang akhirnya menahan seri Everton dalam laga di bulan Januari lalu.Bertrand Traore yang menggantikan posisinya melawan PSG tampaknya belum merupakan posisi yang sepadan untuk Costa.

Villas-Boas Gagal melaju

Di pertandingan lainnya, Zenit st.Petersburg gagal melangkah ke babak berikutnya setelah dikalahkan oleh Benfica 1 – 3. Kegagalan ini memupus mimpi dan ambisi Villas-Boas bersama tim asal Rusia tersebut.

Mantan pelatih Porto, Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut sudah mengumumkan akan mengundurkan diri dari posisi pelatih Zenit st.Petersburg diakhir musim ini. Sejak mengambil alih kursi manager Zenit pada bulan Maret 2014 lalu, Villas Boas telah membawa klub Rusia tersebut, dua kali menembus babak penyisihan grup liga Champions.

Andre Villas-Boas Kembali Gagal Melangkah Ke Perempat Final

Andre Villas-Boas Kembali Gagal Melangkah Ke Perempat Final

Sepanjang sejarahnya menjadi manager, Villas-Boas hanya mampu mengantarkan klub-klub yang dilatihnya menjejak babak 16 besar liga Champions. Sebenarnya musim ini dia memiliki peluang yang amat baik dibandingkan kala bersama Chelsea.

Kala itu Villas-Boaz sudah di pecat oleh Chelsea sebelum laga leg ke dua digelar melawan Napoli dengan agregat 1 – 3 untuk keunggulan tim asal Italia tersebut.

Penampilan Impresif Renato Sanches

Pemain tengah Benfica yang masih berusia 18 tahun, Renato Sanches telah dihubung-hubungkan dengan klub raksasa asal Inggris, Manchester United. Di pertandingan malam tadi, sekali lagi Sanches membuktikan kapasitasnya lewat sebuah penampilan yang amat menawan.

Pemain Tengah Benfica Renato Sanches Dikabarkan Menjadi Target MU

Pemain Tengah Benfica Renato Sanches Dikabarkan Menjadi Target MU

Sanches merupakan aktor utama keberhasilan Benfica mengalahkan Zenit di pertandingan liga Champions dini hari tadi. Perannya di lini tengah, sangat signifikan, mengatur tempo permainan, membantu penyerangan serta membuat pemain tengah Zenit Danny mati kutu.

Berdasarkan penulusuran OPTA, tidak ada satu pun pemain yang begitu fital bagi Benfica yang lebih besar dari Sanches di liga Champions musim ini. Sanches sendiri sudah menjadi pemain reguler bagi Benfica di musim ini dengan total melakukan 21 kali penampilan.

Akankah Sanches pindah klub di musim panas mendatang ?

 

De Maria Selangkah Lagi Menuju PSG

Pemain Internasional Argentina, Angel di Maria selangkah lagi menuju pintu keluar Manchester United menuju Paris Saint Germain, setelah kedua klub setuju atas dana transfer yang dikabarkan mencapai 44,5 juta Poundsterling.

Angel di Maria dikabarkan akan menjalani tes medis ke Paris Saint Germain hari Minggu. Kabar akan hengkangnya di Maria ini sudah sangat santer diberitakan belakangan ini, dimana agen dari sang pemain terlihat sangat aktif melakukan pembicaraan dengan pihak PSG.

Walaupun menjalani musim yang sangat buruk musim lalu bersama Manchester United, namun sang pemain sendiri sudah lama menjadi target buruan PSG. Sebelumnya juga sudah santer dikabarkan PSG akan mendaratkan sang pemain ke Stade de France, namun rencana tersebut baru berhasil dilakukan kini.

Dengan penjualan ini Manchester United mengalami sedikit kerugian, dimana musim panas lalu mereka membeli di Maria dari Madrid seharga 59,1 Juta Pounds, dan kini terpaksa melepas sang pemain dengan bandrol 44,5 Juta Pounds saja.

Pemain berusia 27 tahun tersebut dikabarkan memang tidak ada dalam rencana masa panjang pelatih United saat ini Louis Van Gaal. Dan sang pemain sendiri tidak di ikutkan dalam pertandingan pra musim mereka di Amerika Serikat.

Di Musim lalu di Maria hanya membuat 32 kali penampilan di seluruh United, membukukan empat gol dan membuat 12 assist.

Hasil Liga Champions PSG 1 – 3 Barcelona

Hasil Liga Champions PSG 1 – 3 Barcelona itu lah hasil yang terjadi pada pertandingan tadi malam dalam lanjutan Liga Champions babak perempat final yang berlangsung di Stadion Parc des Princes Paris. Luiz Suares menjadi mimpi buruk PSG dalam pertandingan ini. Mencetak 2 gol untuk membawa Barcelona meraih kemenangan penting 3 – 1 atas tuan rumah PSG.

Dengan kemenangan ini Barcelona sudah menjejakkan sebelah kakinya dibabak semifinal Liga Champions, karena dipertandingan pekan depan Barcelona gantian yang akan menjadi tuan rumah menjamu PSG.

Sementara dengan hasil ini PSG selain menderita kekalahan, juga memutus rekor 9 tahun tanpa terkalahkan dalam pertandingan di pentas Eropa.

Pada pertandingan ini PSG yang bermain tanpa Zlatan Ibrahimovic selalu berada dalam tekanan Barcelona yang malam ini bermain dengan luar biasa. Penguasaan bola bahkan dikuasai anak – anak Catalan hingga 66% : 34% untuk tuan rumah.
Untuk urusan melepaskan tembakan juga dikuasai oleh Barcelona dengan 11 kali melepaskan tendangan dan 6 mengarah ke gawang, sementara PSG membuat 8 kali tembakan dengan 4 yang on target.

Gol pertama pada pertandingan ini diciptakan oleh Neymar pada menit ke 18. Skor 1 – 0 untuk Barcelona ini betahan hingga babak I usai.

Dibabak ke II pertandingan berjalan lebih menarik, dimana di menit – menit awal PSG terlihat mulai lebih meningkatkan tekanannya. Menit ke 49 Javier Pastore melepaskan tendangan dari luar kotak penalti namun tembakannya dapat dijinakkan oleh Ter Stegen.

Saat asyik – asyik menyerang untuk mencetak gol, PSG justru kecolongan gol kedua. Kali ini lewat aksi solo dari Luiz Suarez dari sisi kiri pertahanan PSG, setelah mengelabui David Luiz dan melewati Marquinhos, Suarez pun melewati Maxwell di kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang tak bisa dihentikan dengan sempurna oleh Sirigu. Gol Suarez tercipta di menit ke 67.

Cavani nyaris saja memperkecil kedudukan saat tembakan melengkungnya dari luar kotak penalti harus dihentikan dengan susah payah oleh Ter Stegen.

Menit ke 79 Barca semakin menjauh saat lagi – lagi Suarez yang memang bermain dengan sangat luar biasa malam itu mencetak gol keduanya pada laga malam itu. Bekerja sama satu – dua dengan Javier Mascherano, Suarez kembali mengelabui David Luiz dan langsung berhadapan dengan Sirigu. Aksinya yang luar biasa diakhiri dengan tendangan lengkung ke pojok kanan atas gawang yang tidak mampu diantisipasi oleh Sirigu. Barcelona 3 – 0 PSG

Akhirnya di menit ke 82 PSG mampu mencetak gol balasan. Adalah Van der Wiel yang melepaskan tembakan meyilang dari luar kotak penalti, bola kemudian dihadang oleh Jeremy Mathieu namun sayang bola yang berbelok justru mengarah kegawangnya sendiri.Ter Stegen yang tidak menduga tidak bisa mengantisipasinya sehingga mengubah kedudukan menjadi 3 – 1 masih untuk keuungulan Barcelona.

Hasil ini tidak mengubah skor hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain

Paris Saint-Germain: Sirigu; Van der Wiel, Marquinhos, Thiago Silva (David Luiz 21′), Maxwell; Rabiot (Lucas Moura 65′), Cabaye, Matuidi; Pastore, Cavani, Lavezzi

Barcelona: Ter Stegen; Montoya (Adriano 80′), Pique, Mascherano, Alba; Busquets, Rakitic (Mathieu 74′), Iniesta (Xavi 53′); Messi, Suarez, Neymar

Prediksi Liga Champions PSG vs Barcelona

Pertandingan kedua untuk hari ini adalah pertandingan yang tidak boleh anda lewatkan. Pertandingan yang akan berlangsung di Parc des Princes ini akan mempertemukan tuan rumah Paris Saint Germain ( PSG ) melawan tim kuat dari Spanyol Barcelona. Pertandingan ini akan mulai kick off mulai pukul 01:45 wib dini hari nanti.

PSG yang dalam 3 edisi terakhir selalu berhasil melaju ke perempatfinal tentu sangat berambisi untuk dapat melewati babak ini. Kesempatan menjadi tuan rumah harus benar – benar dimanfaatkan guna menghadapi leg ke dua nanti yang akan melawat ke kandang Barcelona. Namun cedera dan kehilangan pemain akibat akumulasi kartu sedikit menyulitkan tim dari Perancis ini.

Sementara sang lawan, Barcelona kelihatannya tanpa halangan yang berarti jelang pertemuan kedua tim ini. tercatat hanya 2 pemain saja yang menghadapi masalah cedera dan akumulasi kartu.

Kondisi terkini tim PSG
———————-
– Laurent Blanc tanpa sejumlah pemain intinya jelang pertemuan ini diantaranya Zlatan Ibrahimovic, Serger Aurier dan Marco Verrati yang terkena akumulasi kartu.

– Thiago Motta harus melewatkan partai ini karena masalah cedera, sementara David Luiz tetap dipersiapkan walaupun berada dalam kondisi yang tidak fit.

– laurent Blanc kelihatannya akan memilih javier Pastore dan Ezequiel Lavezzi sebagai starter menemani Edinson Cavani sebagai starter dalam pertandingan ini.

Kondisi terkini tim Barcelona
—————————–
– Dani Alves yang absen karena terkena akumulasi kartu yang telah diterimanya membuat pilihan jatuh pada Adriano sebagai starter

– Thomas Vermaelen adalah satu – satunya pemain yang tidak diikutkan oleh Luis Enrique dalam lawatannya ke Paris karena mengalami cedera

– Marc- Andre ter Stegen kemungkinan akan menggantikan posisi Claudio Bravo sebagai penjaga gawang utama tim Barcelona

Data dan Fakta
————-
– Barcelona telah menang baik dalam babak I dan babak II dalam 6 pertandingan terakhir mereka.

– PSG mencetak sedikitnya 2 gol dalam 3 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions

– Barcelona juga sedikitnya mencetak 2 gol dalam 3 pertandingan terakhir mereka

Prediksi tim Beritasepakbola
—————————
– Ini adalah merupakan pertemuan ketiga kedua tim dalam musim ini. Dibabak penyisihan mereka yang berada dalam 1 grup selalu saling mengalahkan.

– Di pertandingan terakhir Barcelona baru saja ditahan seri oleh Sevilla mengakhiri 9 rangkaian kemenangan beruntun mereka di La Liga.

– Bantuan suporter merupakan nilai tambah yang harus dimanfaatkan oleh PSG

– Prediksi tim Beritasepakbola untuk pertandingan ini adalah 2 – 2 ( Seri ) untuk kedua tim ini.

PSG Juara Coupe de la Ligue

Paris Saint Germain ( PSG ) menjadi juara dalam Coupe de la Ligue setelah dalam babak final melawan bastia berhasil menang dengan skor yang cukup telak 4 – 0. Edinson Cavani dan Zlatan Ibrahimovic masing – masing menyumbangkan 2 gol dalam pertandingan yang berlangsung di Paris Perancis tersebut.

Berlangsung di stade de France stadium, PSG langsung memulai gebrakan sejak menit – menit awal babak pertama. Gelombang serangan dari PSG ini baru berhasil memecah kebuntuan di menit ke 21 lewat tendangan penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Ibra. Adapun penalti ini diberikan karena Ezequiel Lavezzi dijatuhkan di kotak terlarang oleh Sebastien Squillaci. Selain penalti Squillaci di kartu merah oleh wasit.

Kekurangan jumlah pemain membuat Bastia tidak berdaya menahan gelombang serangan dari PSG. Jelang turun minum PSG menambah skornya menjadi 2 – 0. tepatnya dimenit ke 41 Ibra mencetak golnya yang kedua lewat sebuah tendangan indah dari luar kotak penalti.

Akhir babak 1 2 – 0 untuk PSG.

Pertandingan di babak kedua jelas sudah menjadi milik PSG seutuhnya, namun walaupun begitu tidak ada gol yang tercipta hingga menit ke 82. Adalah Edinson Cavani yang mencatatkan namanya di papan skor kali ini. Umpan dari Serge Aurier disundul oleh Cavani yang gagal dihadang oleh penjaga gawang Bastia. 3 – 0 untuk PSG.

Cavani kembali menjadi pencetak gol ke 4 untuk PSG malam itu setelah di masa injury time, umpan terobosan dari Ibra diselesaikan dengan sempurna oleh Cavani sekaligus menggenapkan kemenangan PSG menjadi 4 – 0.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi kado pertama bagi PSG di musim ini. Dengan gelar ini berarti PSG berhasil mempertahan gelar yang juga mereka raih di musim lalu dengan mengalahkan Olympique Lyon di final.

Hasil Undian Babak perempat Final Liga Champions

Babak Per 16 final telah dilalui oleh tim – tim peserta Liga Champions Eropa. Arsenal yang diprediksi lolos ternyata tumbang kembali untuk ke lima kalinya di babank 16 Final ini.

Bertempat di markas besar UEFA di Nyon Swiss, pengundian telah dilakukan pada hari jumat 20 Maret 2015. pertandingan leg pertama akan dilakukan pada tanggal 14 – 15 April 2015. Sementara leg ke dua bakal dilangsungkan pada 21 – 22 April 2015.

Berikut ini adalah hasil undian babak perempat final Liga Champions Eropa :
———————————————————————-
Paris Saint – Germain [ Perancis ] vs Barcelona [ Spanyol ]
Atletico Madrid [ Spanyol ] vs Real Madrid [ Spanyol ]
FC Porto [Portugal] vs Bayern Munchen [Jerman]
Juventus [Italia] vs AS Monaco [Perancis]

Tim yang di sebutkan pertama kali akan duluan menjadi tuan rumah, yang akan dilangsungkan pada tanggal 14 – 15 April 2015. Tidak adanya tim – tim dari Inggris yang tersisa di babak perempat final ini yang mengindikasikan perimbangan kekuatan di Eropa sudah mulai merata kembali.

Sementara tim dari Perancis berhasil mengirimkan 2 wakilnya di tahun ini melalui PSG dan AS Monaco.

Forlan : Cavani Akan Menjadi Sempurna Untuk Atletico

Edinson Cavani akan menjadi pembelian yang ideal untuk Atletico Madrid demikian diungkapkan oleh kompatriotnya Diego Forlan.

Penyerang Uruguay ini sedang mengalami masa suram di Paris – Saint Germain karena bermain tidak diposisi terbaiknya. Laurent Blanc pelatih PSG lebih mengutamakan Zlatan Ibrahimovic sebagai pilihan utama di posisi striker. Oleh karena itu Cavani harus bermain lebih melebar.

Kabarnya karena masalah ini Cavani merasa tidak kerasan untuk menjalankan sistem ini, dan akan meninggalkan PSG di musim panas ini.
Mantan penyerang Atletico Madrid Diego Forlan, yang pernah bermain bertahun – tahun bersama Cavani dalam balutan kostum tim nasional merasa yakin bahwa Vicente Calderon merupakan pilihan yang bagus untuk karir Cavani.

“Ini akan menjadi sensasional karena Cavani tidak diragukan lagi merupakan Striker hebat. Akan menjadi tahun – tahun yang hebat bagi Cavani dan Atletico.” kata Forlan yang kini bermain untuk tim divisi dua liga Jepang Cerezo Osaka.

“Cara dia bermain dan potensinya akan sangat ideal untuk Atletico karena dia sangat cepat dan tangguh baik.

“Penyerang – penyerang yang berhasil di Atletico selalu memiliki karakteristik seperti ini sebelumnya seperti Fernando Torres, Sergio Aguero, Diego Costa, dan Radamel Falcao.”

Edinson Cavani terikat kontrak dengan PSG hingga tahun 2018. Pemain yang direkrut dari Napoli dengan harga 64 Milyar Euro ini telah menghasilkan 18 gol dari 39 pertandingan yang telah diikutinya bersama PSG.